manuk

Selasa, 03 Desember 2013

ANGGOTA BPD JAMBLANG

 MASA BAKTI  2010 - 2016



INCU WARTADI, S.Pd
Ketua / Anggota



MOH. DADI SUJADI, S.Pd
Wakil Ketua / Anggota



MAMAN SURACHMAN
Sekretaris / Anggota 


HERMAN HS, SP., MM
Anggota



KHIDIR, AMa Pd
Anggota



SUBROTO, S.Pd
Anggota



TOHA SULAEMAN
Anggota



ERVA MINTARSIH
Anggota



HASIMKAN, S.Pd
Anggota



ISKANDAR
Anggota



A K Y A N
Anggota



Senin, 28 Oktober 2013

SEJARAH KUWU JAMBLANG


SEJARAH KEPALA DESA / ( KUWU ) JAMBLANG
KECAMATAN JAMBLANG KABUPATEN CIREBON
JAWA BARAT 















Senin, 09 Juli 2012

Selasa, 29 Mei 2012

Khitanan Ananda 
Rafael & Audri
yang dilaksanakan Senin, 28 Mei 2012

 Rafael Listio Moorda


Audri Aufa Zahran

"Kemudian kami wahyukan kepadamu bahwa kamu hendaknya mengikuti Ibrahim diantaranya yaitu bersunat dan berkhitan." 

( QS. An-Nahl : 129 )

Wassalam,
kami yang berbahagia

Yoyon & Yantie


Senin, 13 Februari 2012

NGUNJUNG BUYUT "NYI ENDANG GEULIS"
( Blok Tegalan - Desa Jamblang )
Jum'at 10 Februari 2012

jalan masuk menuju pendopo ( tempat persinggahan )
di Blok Tegalan-Desa Jamblang

Assalamu’alaikum……
Tradisi ngunjung buyut ini sudah ada sejak puluhan tahun silam yang kerap pada setiap tahunnya dilakukan oleh masyarakat Blok Tegalan – Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon  hingga kini masih mendapat tanggapan cukup antusias dari kalangan warga desa setempat khususnya Blok Tegalan bahkan mendapat atensi dan partisipasi dari luar desa yang berada di sekitar wilayah tersebut. Pada hakekatnya Tradisi Ngunjung Buyut ini adalah merupakan suatu bentuk ungkapan rasa syukur dalam memperingati kelahiran Rasulullah yakni Nabi Muhammad SAW dimana Rasulullah dilahirkan pada bulan rabiulawal atau Maulid menurut kalender jawa. Peringatan maulid Nabi atau kelahiran Nabi Muhammad SAW yang tepatnya pada tanggal 12 Rabiulawal atau 12 Maulid menurut versi kalender jawa maka disetiap penjuru duniapun bagi umat Islam seraya memperingatinya tentu dengan berbagai bentuk yang beraneka ragam. 
Di sini Ngunjung Buyut NYI ENDANG GEULIS juga diperingati pada bulan yang sama namun jatuh pada tanggal 17 Maulid yang merupakan juga adalah bentuk peringatan bagi warga masyarakat desa setempat yang konon menurut cerita bahwa pada jamannya NYI ENDANG GEULIS adalah sosok pahlawan perempuan memiliki kesaktian yang patut dijadikan suritauladan karena baliau pada jamannya sebagai Syiar Islam, selain itu perilaku budi baiknya yang gemar menolong orang-orang yang lemah serta menegakkan keadilan untuk masyarakatnya hingga masyarakat pada saat itu merasa sangat terlindungi atau terayomi dan membuat kehidupannya terasa aman dan tentram. 

Atas budi luhurnya NYI ENDANG GEULIS  saat itu hingga sekarang dikenang oleh anak, cucu, cicit secara temurun maka rasa hormat masyarakat secara temurunpun mengakui bahwa NYI ENDANG GEULIS adalah KIBUYUTAN atau BUYUT masyarakat setempat yang patut dihormati.


Bentuk penghormatan masyarakat dalam memperingati BUYUT NYI ENDANG GEULIS dilakukan secara ritual dengan mengarak benda “pusaka” yang konon dianggap keramat berupa “Kemongan” atau “Kemong” yang diyakini juga suatu jelmaan BUYUT NYI ENDANG GEULIS. Ritual arak-arakkan dimaksud menurut warga setempat dikenal dengan nama “BUYUT MIDER” yang artinya BUYUT = Kibuyutan, sedangkan MIDER= berkeliling. Jadi BUYUT MIDER dimaksud adalah membawa keliling benda “Pusaka” yang dianggap keramat tersebut yang diletakan didalam tandu tertutup untuk dibawa berkeliling dan di iringi juga benda pusaka lainnya berupa tombak. Bersamaan dengan itu masyarakat setempat dan pengunjung lainnya yang bahkan berjumlah mencapai ribuan orang akan turut serta mengikuti dibelakangnya.

  
Perjalanan BUYUT MIDER berawal dari tempat peristirahatan terakhirnya beliau dimakamkan yaitu wilayah Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon tepatnya dibelakang Balai Desa Danawinangun. Dimana makam NYI ENDANG GEULIS telah dibangun pendopo guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang bertujuan untuk berziarah ataupun berkunjung bahkan pendopo tersebut telah dilakukan renovasi beberapa kali serta perluasan area. Bermula dari situlah “Pusaka” itu di arak berkeliling dengan rute mengelilingi batas Desa Danawinangun hingga menuju pendopo sebagai tempat persinggahan yang berada di Blok Tegalan, Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang.



Dahulu sebelum Tahun 1982 Blok Tegalan secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan dan pada tahun 1982 terjadi “pemekaran desa”  menjadi 2 (dua) Desa yaitu Desa Danawinangun dan Desa Jamblang, dalam pembagian wilayah Blok Tegalan masuk dalam wilayah desa baru yaitu Desa Jamblang, serta pada tahun 2007 adanya “tata kecamatan” dan terbagilah 2 (dua) kecamatan yakni Kecamatan Klangenan dan Kecamatan Jamblang yang mana Desa Danawinangun masuk dalam wilayah kecamatan Klangenan sedangkan Desa Jamblang masuk dalam wilayah kecamatan Jamblang, seiring dengan adanya pemekaran desa dan tata kecamatan dimaksud sebelumnya Blok Tegalan masuk dalam wilayah Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan namun kini Blok Tegalan masuk dalam wilayah Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang.

Dengan diberangkatkannya untuk menuju pendopo yang berada di Blok Tegalan sebelumnya singgah terlebih dahulu di pemakaman/kuburan yang berada di blok Kajengan-Desa Danawinangun berbatasan dengan Desa Jemaras Kidul yang kemudian dilanjutkan menuju pendopo di Tegalan-Desa Jamblang. Setelahnya sampai di pendopo sebagai persinggahan yang berada di Blok Tegalan diperkirakan pada pukul 23.00 WIB  selanjutnya dilakukannya ritual dengan Tahlilan bersama, dan setelahnya itu kira-kira pada pukul 24.00 lebih diberangkatkan kembali menuju arah pulang ( kembali ke pendopo Desa Danawinangun ) dengan rute yang telah ditentukan yang perjalanan berikutnya juga akan bersinggah terlebih dahulu di makam “Pangeran Keling”  Desa Sitiwinangun, di tempat itupun dilakukan hal yang sama yaitu diadakan Tahlil bersama, kemudian diberangkatkan kembali hingga akhir tujuan dimana “Pusaka” tersebut disemayamkan.


Pada umumnya masyarakat setempat dan pengunjung lainnya dari luar wilayah meyakini bahwa upacara ritual tersebut bila dilakukan dengan penuh keyakinan dan kusyu akan dapat mendatangkan berkah kebaikan, oleh sebab itu warga masyarakat setempat sekalipun keberadaannya sedang diluar kota karena usahanya akan meyempatkan pulang kampung untuk turut serta melakukan ritual agar diberikan berkah sesuai yang diinginkannya masing-masing baik itu mengenai hal rejeki, keselamatan, jodoh, karier dan bermacam hal kesuksesan lainnya.
Warga masyarakat dengan para sesepuh atau para tokohnya dari kedua desa yakni Desa Jamblang dan Desa Danawinangun saling bersatu padu untuk melestarikan serta menjunjung tinggi budaya tradisi NGUNJUNG BUYUT NYI ENDANG GEULIS tersebut hingga berkelanjutan secara temurun karena budaya tradisi tersebut selain memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mengenang leluhur kibuyutan Nyi Endang Geulis yang merupakan juga sebagai wahana jalinan tali silaturrahmi antar warga kedua desa pada khususnya dan sesama umat pada umumnya. 





Demikian yang dapat saya sampaikan tentang NGUNJUNG BUYUT NYI ENDANG GEULIS, semoga ini bermanfaat untuk nambah sedikit pengetahuan bagi anda.


Mohon maaf bila dalam penulisan ini ada suatu penyimpangan atau ketersinggungan, Karena ini semata-mata hanya bertujuan mempublikasikan kepada masyarakat luas agar tahu bahwa Kedua warga masyarakat desa diantaranya Desa Jamblang dan Desa Danawinangun memiliki Budaya Tradisi yang bernilai luhur dan perlu untuk dijunjung tinggi serta dilestarikan bersama, amien.

Wassalamu ‘alaikum. 


                                                                                                                     by eddfathra



Kamis, 29 Desember 2011


APARATUR PEMERINTAH DESA JAMBLANG 2013
KECAMATAN JAMBLANG - KABUPATEN CIREBON




Dra. Hj. NURLAELAH, MM
Jabatan : Kuwu / Kepala Desa




YOYON KRISTIANTO
Jabatan : Sekretaris Desa


S  A  E  D  I
Jabatan : Kepala Urusan Pemerintahan


ANA JARONA
Jabatan : Kepala Urusan Ketentraman & Ketertiban


N  A  R  E  D  I
Jabatan : Plh. Kepala Urusan Ekonomi & Pembangunan


R  O  J  A  Y  A
Jabatan : Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat


S U G I O N O
Jabatan : Kepala Urusan Keuangan

SUDARSO
Jabatan : Kepala Urusan Umum



HANIF KURNIAWAN
Jabatan : Plt. Kepala Dusun I




HERU FIRMANSYAH
Jabatan : Kepala Dusun II




AAN NURHAJANAH
Jabatan : Plt. Kepala Dusun III





SUTRISNO ANDIWIJAYA
Jabatan : Kepala Dusun IV


D   A   R   A
Jabatan : Kepala Dusun V